Bedah Kekuatan Roster ONIC dan Alter Ego di M7 Swiss Stage
canadiandragons-sg.org- Memasuki babak Swiss Stage M7 World Championship di Jakarta (Januari 2026),
dua wakil Indonesia, ONIC Esports dan Alter Ego, membawa profil kekuatan yang sangat berbeda
namun saling melengkapi untuk menjaga trofi tetap di tanah air.
Berikut adalah bedah kekuatan mendalam untuk kedua roster tersebut:
1. ONIC Esports: Sang Raja yang Matang
Setelah menjuarai Games of the Future (GOF) 2025 di Abu Dhabi kemarin, ONIC datang ke M7 dengan
status tim terbaik dunia saat ini.
Kekuatan Utama: Kedisiplinan & Chemistry. Roster ini sudah bermain bersama dalam waktu yang sangat lama.
Sinergi antara Kairi dan Kiboy adalah yang terbaik di dunia dalam hal setup serangan dan pengamanan objektif (Turtle/Lord).
Pilar Kunci:
Kairi (Jungler): Masih menjadi standar emas Jungler global. Kemampuannya menggunakan hero Assassin
(seperti Fanny/Ling) di bawah tekanan tinggi adalah kunci kemenangan ONIC.
Sanz (Midlaner): Memiliki hero pool yang sangat luas dan kemampuan menjaga posisi yang membuat lini
belakang ONIC sulit ditembus.
Kelemahan Potensial: Terkadang terlalu terbawa pola permainan yang sama. Jika tim lawan (seperti dari Tiongkok)
membawa strategi “liar” yang belum pernah ditemui, ONIC perlu adaptasi instan.
2. Alter Ego: Sang Kuda Hitam yang Agresif
Berbeda dengan ONIC yang stabil, Alter Ego (AE) adalah tim yang sangat mengandalkan momentum dan agresivitas tinggi.
Kekuatan Utama: Agresivitas & Mekanik Individu. AE memiliki gaya main “tabrak” yang bisa meruntuhkan
mental lawan jika mereka mendapatkan keunggulan di early game.
Mereka adalah tim yang paling berani melakukan invade jungle lawan sejak menit pertama.