Close

Analisis peluang bertemunya dua wakil Indonesia di puncak m7

Analisis peluang bertemunya dua wakil Indonesia di puncak m7
  • PublishedDesember 24, 2025

canadiandragons-sg.org- Skenario All-Indonesian Final di M7 World Championship Jakarta (Januari 2026)

adalah impian tertinggi seluruh penggemar MLBB di tanah air. Terakhir kali hal ini

terjadi adalah pada M1 World Championship (2019) saat EVOS Legends bertemu RRQ Hoshi.

Setelah penantian 6 tahun, berikut adalah analisis mendalam mengenai peluang terjadinya “Reunion M1”
atau pertemuan dua wakil Indonesia (seperti ONIC vs Alter Ego atau ONIC vs RRQ) di partai puncak:

1. Faktor Pendukung: Mengapa Peluangnya Sangat Besar?

Keunggulan “Home Ground” (Tuan Rumah): Bermain di Jakarta memberikan suntikan moral masif.
Dukungan ribuan suporter di venue seringkali

membuat pemain Indonesia bermain melebihi batas kemampuan mereka (mode “berserker”),
sementara mental tim lawan cenderung tertekan oleh gemuruh stadion.

Kematangan Meta “Assassin” & “Agresif”: Jika Moonton mempertahankan meta yang mengandalkan
mekanik tinggi (seperti Assassin Jungler), Indonesia berada di atas angin.

Pemain seperti Kairi (ONIC) atau Yazukee (Alter Ego) adalah spesialis di bidang ini.

Standar MPL ID yang Semakin Merata: Kompetisi MPL ID Season 16 & 17 telah memaksa tim-tim Indonesia
untuk terus berinovasi. Tim yang lolos ke M7 dari Indonesia dipastikan adalah “produk terbaik”
yang sudah teruji di liga paling kompetitif di dunia.

2. Hambatan Utama: Siapa yang Bisa Menggagalkan?

Meskipun peluangnya ada, jalan menuju All-Indonesian Final terhalang oleh tiga kekuatan besar:

Dominasi Filipina (PH): Tim seperti Liquid PH atau AP Bren masih memiliki kedisiplinan makro yang luar biasa.
Mereka adalah “tembok” yang paling sering menghentikan langkah tim Indonesia di babak semifinal.

Ancaman Baru Tiongkok (CN): Tim seperti DFYG kini sudah mulai mengadopsi gaya main SEA dengan
mekanik Tiongkok yang sangat disiplin. Mereka bisa menjadi “pembunuh raksasa” di babak Knockout Stage.

Format Swiss Stage: Sistem baru ini sangat kejam. Jika dua wakil Indonesia tidak konsisten di babak awal,
mereka bisa saja bertemu lebih awal (misalnya di Quarter Final), yang secara otomatis
memupus harapan untuk bertemu di Final.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *