tim luar Asia yang menjadi ancaman tim indonesia di ajang m7
canadiandragons-sg.org- Perkembangan tim-tim dari luar Asia (non-SEA) di skena Mobile Legends bukan lagi sekadar dongeng.
Memasuki akhir 2025 dan menyambut M7 World Championship, region seperti MENA (Timur Tengah),
Turki, Tiongkok, hingga EECA (Eropa Timur) telah membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim “pelengkap”.
Berikut adalah poin-poin utama perkembangan mereka yang mulai menggoyang dominasi Asia Tenggara:
1. Kebangkitan “The New Giant” dari Tiongkok
Tiongkok bukan lagi raksasa tidur. Melalui tim seperti DianFengYaoGuai (DFYG) dan masuknya organisasi
besar seperti Invictus Gaming (IG) ke MLBB, China menunjukkan akselerasi yang menakutkan.
Prestasi Nyata: Di Games of the Future (GOF) 2025, tim Tiongkok berhasil menembus 4 besar,
bersaing ketat dengan tim-tim mapan SEA.
2. MENA (Timur Tengah) sebagai Kekuatan Baru
Region MENA, dipelopori oleh Team Falcons (Arab Saudi), telah bertransformasi menjadi kekuatan elit global.
Fasilitas Mewah & Impor Pelatih: Dengan dukungan finansial besar, mereka mendatangkan pelatih dan analis
terbaik dari Filipina untuk “mencuri” ilmu makro strategi SEA.
3. Turki dan Eropa Tmur yang Makin Solid
Tim-tim dari Turki seperti Aurora Gaming (Turki) dan Fire Flux, serta tim EECA seperti Team Spirit (Rusia),
kini memiliki gaya bermain yang sulit di tebak.
Gaya Main “Brawl”: Berbeda dengan SEA yang sangat rapi secara makro.